Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2013

AKU BANGGA INDONESIA*



Salam sejahtera buat negriku tercinta indonesia
indonesia tanah airku....
indonesia kebangsaanku
aku terlahir di atas bumi indonesia
bumi yang kaya akan sumberdaya alam  kaya budaya dan kaya bahasanya

Namun...........
miskin Sumber Daya Manusianya
kemiskinan masih merajalela dimana-mana
pengangguran bertaburan di mana-mana
pendidikan yang seharusnya menjadi media penegak keadilan
kini tlah menjadi media yang mengantarkan pada ketidak jujuran
rela berbohong demi menjaga popularitas
walaupun dengan jalan yang tak pantas
mengahalalkan yang haram dan mengaharamkan yang halal sudah menjadi hal yang lumrah
hukum akan tegak jika pelaku rakyat jelatah
namun hukum tak berlaku jika pelaku para pejabat pemerintah

aku bangga hidup di indonesia
jika...
"keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia"
benar-benar diaplikasikan dalam bentuk tindakan yang nyata
tidak hanya sekedar janji palsu
yang ujung-ujungnya hanya menipu

aku bangga hidup di indonesia
jika...
korupsi,kolusi dan nepotisme telah enyah
pemerintah sadar akan tanggung jawabnya
pemerintah sadar akan amanah yang diembannya
sehingga cita-cita bangsa menjadi negri Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghafur

Dengan tetesan penanya  Khairul Umam

Jumat, 11 Februari 2011

Di atas sajadah

Dimalam yang hening dan sunyi
Ku alunkan puja
Ku dendangkan puji
Dengan mengakui kebesaran-MU

Ya.. Rabbi
Ku basahi bibirku dengan menyebut asma-MU
Kutetskan air mata ingatkan dosa
Di atas sajadah ku padukan hati dan nurani
Dengan butiran-butiran tasbih

Ku akui keagungan-MU
Bulan dan bintang senyum seakan tersipu malu
Melihat sang insan yang saling bermesraan
Saling berpadu kasih dengan sang penciptanya

Ya..allah…
Akankah dosa-dosa melumuri tubuhku
Adakah ampunan bagiku
Atas dosa-dosa yang menyelimuti tubuhku

Di balik perpisahan

Selamat berpisah……!
Hanya putaran waktu yang kutunggu
Sisa waktu kulampiaskan kerinduanku
Senyummu, canda tawamu, kasih sayangmu penyejuk hatiku
Harapan telah menunggu di depan mata
Cita-cita mengambang di atas sana
     Selamat tinggal kenangan……!
     Rasa perih kutahan
     Rasa pilu kutangguhkan
     Rasa sedih kurasakan
     Sebenaranya hati tak rela semua ini terjadi
     Entah apa mau di kata
     Semua ini tidak bisa kita pungkiri
     Takdir tuhan pasti terjadi
     Tuhan menakdirkan kita bertemu
     Bukan berarti harus bersatu selamanya
     Tidak selamanya kita bertemu
     Tapi dibalik pertemuan pasti ada perpisahan
     Sekarang kita menghadapi takdir tuhan di balik pertemuan yaitu” perpisahan”

Awan


Kutemui kedamaianku

Rumah dengan tembok warna putih
Dikelilingi oleh ventilasi
Begitu juga sinar matahari
Aku pulang…….
dengan segala luka lama dan baru aku bawa
keadaan resah kutenangkan
usai melewati beberapa kelelahan
beberapa kelelahan
ku obati kedamaianku
dalam pangkuan gadis kecilku
dengan tawanya yang imut dan ceria
dengan segelas air putih dingin
obati resah, hilangkan gelisah,
kuatkan langkah.

Guluk-guluk sumenep,11 mei 2008
By:
Khairul umam

Sabtu, 29 Januari 2011

Air Mata

Rintihan sang ”pahlawan devisa"

Impian…..
Semua berawal dari sebuah impian
Antara sadar dan tidak sadar
Ku termenung di balik jendela
Menatapi satu titik harapan
Tak terasa keringat dingin
Dan tetesan air matapun berjatuhan

Kelam.......
Kelamnya kehidupan laksana malam tak berbulan dan bintang
Sungguh berat kehidupan yang kujalani
Bergitu kelam kehidupan yang kualami
Hari-hari kujalani dengan penderitaan
Ancaman dan siksaaan sudah menjadi langganan