Jumat, 20 Desember 2013


Anak-anak...
Siapa yang mau bahagia hidupnya di dunia??? angkat tangan katakan "saya" 
Serempak anak-anak menjawab "Saya"
Maka syaratnya dengan ilmu
Siapa yang ingin bahagia di akhirat??? angkat tangan katakan "Saya"
Serempak anak-anak menjawab "Saya"
maka dengan ilmu
Siapa yang ingin bahagia di dunia dan di akhirat??? angkat tangan katakan "Saya"
serempak anak-anak angkat tangan dan menjawab "Saya"
Dengan ilmu
Jadi, kalau kalian ingin bahagia baik di dunia maupun di akhirat maka harus berilmu artinya kalian itu harus pandai..Kun aliman wala takun jahilan...jadilah anak pandai jangan jadi anak bodoh..

Ma'asyirol Muslimin sidang jumat yang dirahmati Allah SWT....
"sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu sekalian adalah orang yang paling bertaqwa kepada Allah."

Kamis, 05 Desember 2013

AKU BANGGA INDONESIA*



Salam sejahtera buat negriku tercinta indonesia
indonesia tanah airku....
indonesia kebangsaanku
aku terlahir di atas bumi indonesia
bumi yang kaya akan sumberdaya alam  kaya budaya dan kaya bahasanya

Namun...........
miskin Sumber Daya Manusianya
kemiskinan masih merajalela dimana-mana
pengangguran bertaburan di mana-mana
pendidikan yang seharusnya menjadi media penegak keadilan
kini tlah menjadi media yang mengantarkan pada ketidak jujuran
rela berbohong demi menjaga popularitas
walaupun dengan jalan yang tak pantas
mengahalalkan yang haram dan mengaharamkan yang halal sudah menjadi hal yang lumrah
hukum akan tegak jika pelaku rakyat jelatah
namun hukum tak berlaku jika pelaku para pejabat pemerintah

aku bangga hidup di indonesia
jika...
"keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia"
benar-benar diaplikasikan dalam bentuk tindakan yang nyata
tidak hanya sekedar janji palsu
yang ujung-ujungnya hanya menipu

aku bangga hidup di indonesia
jika...
korupsi,kolusi dan nepotisme telah enyah
pemerintah sadar akan tanggung jawabnya
pemerintah sadar akan amanah yang diembannya
sehingga cita-cita bangsa menjadi negri Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghafur

Dengan tetesan penanya  Khairul Umam

Selasa, 03 Desember 2013

Kuntum Khairo Ummah*



Allah berfirman dalam Al-quraan Sungguh kami telah ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS> At-tin ayat: 4). Jika dibandingkan dengan mahluk allah yang lain maka manusia menduduki posisi tertinggi. Sehingga alangkah buruknya jika misalkan posisi tersebut diabaikan oleh manusia.            
Setiap manusia pasti punya cita-cita cemerlang untuk menjadi yang terbaik. Namun banyak manusia berlomba-lomba menjadi yang terbaik hanya dihadapan manusia. Padahal tuntutan kita adalah menjadi yang terbaik dihadapan Allah dan manusia.
Ukuran terbaik dihadapan allah adalah dilihat dari aspek ketaqwaannya, sebagaimana firmannya Sesungguhnya paling mulianya kalian disisi allah adalah ketaqwaan kalian, semakin manusia itu taqwa dalam arti menjalankan apa yang allah perintah dan menjauhi apa yang dilarang maka disitulah puncak kemulyaan manusia. Namun jika sebaliknya, maka manusia tak ubahnya seperti makhluk allah yang lainya. Yang tak punya otak untuk berfikir dan tak punya hati untuk merasakan. Sehingga kehidupannya kelam dipenuhi dengan kemaksiatan dan bahkan tak kenal rasa malu sedikitpun.  
Sedangkan ukuran terbaik dihadapan manusia adalah hanya dilihat dari kacamata dunia, punya uang banyak, jabatan tinggi, istri cantik dll. Sehingga pada aspek ini manusia sudah mulai mencoba mencari pengakuan dari masyaraka kedudukan yang tinggi, wibawa yang besar, dan mungkin ketenaran sehingga ia dapat merasakan kebahagiaan. Ironisnya, ketika banyak orang sudah mencapai tingkatan ini, mereka justru hidup dalam kekhawatiran. Khawatir kedudukannya diduduki orang lain, khawatir hartanya dirampok orang, khawatir dengan segala apa yang dimiliki sehingga akan sangat mudah menjerumuskan manusia pada kehancuran.

Senin, 29 April 2013

THE LEADER SHOULD BE..!



Nabi muhammad Saw bersabda Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya (HR. Bukhori). Sebagai orang tua pemimpin atas keluarganya. Seorang ibu pemimpin atas anak-anaknya, seorang kepala sekolah pemimpin atas pegawai guru dan murid-muridnya. Seorang presiden pemimpin atas rakyatnya dan seterusnya, yang menjadi pertanyaan sekarang what is a leadership?
Leadership?
 banyak literatur-literatur yang telah membahas tentang kepemimpinan, diantaranya kita ambil salah satu pendapatnya Arvan Pradiyansyah penulis buku bestseller you are a leader, beliau berpendapat behwa kepemimpinan adalah tindakan, bukan semata-mata jabatan, leadership is action, not position. Oleh karena yang pertama kali dibutuhkan oleh seorang pemimpin adalah kinerja bukan hanya sekedar konsep, teori, apalagi janji-janji palsu, sehingga ujung-ujungnya mengecewakan rakyat.
Danim, Sudarwan. (2006) dalam bukunya Visi Baru Manajemen Sekolah Dari Unit Birokrasi ke Lembaga Akademik. Berpendapat bahwa  kepemimpinan adalah setiap tindakan yang dilakukan oleh individu untuk mengkoordinasi dan memberi arah kepada individu atau kelompok lain yang tergabung dalam wadah tertentu untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sedangkan dalam islam sendiri kepemimpinan itu tidak jauh berbeda dengan model kepemimpinan pada umumnya, karena prinsip-prinsip dasar dan sistem-sistem yang digunakan tidak jauh berbeda. Kepemimpinan dalam islam merupakan amanah dan tanggungjawab yang mana pertanggungjawabannya tidak hanya kepada yang dipimpin saja akan tetapi pertanggungjawabannya juga dihadapan allah SWT. Sehingga dengan demikian pertanggungjawaban kepemimpinan dalam islam mencakup aspek horizontal-formal sesama manusia, begitu juga aspek vertikal-moral, yakni tanggung jawab kepada Allah SWT di akhirat, Allah berfirman dalam Al-quraan surat Al-mukminu:
Artinya: Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janji mereka dan orang-orang yang memelihara sholatnya, mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya. (Q.S. al-Mukminun 8-11)
Dari ayat tersebut di atas Ibnu Abbas menafsirkan bahwa orang yang memlihara amanah disini yaitu orang-orang yang terhadap perkara-perkara yang diamanahkan kepada mereka, seperti shaum, wudhu, mandi janabat, titipan, dan lain sebagainya. Seangkan janjinya baik terhadap Allah SWT vertikal, maupun terhadap sesama manusia horisontal. Memlihara yaitu menjaganya dengan cara menunaikannya/take action.